KONSULTASIDari Kongres Nefrologi (Ginjal) Sedunia
Diasuh oleh: Tim Dokter RS MedirosKongres ke-3 Nefrologi yang diselenggarakan di Singapura mengambil tempat di Gedung Konvensi dan Ekshibisi yang sangat besar: Suntec Singapore. Peserta yang menghadiri Kongres tsb mencapai angka lebih dari 4.000, suatu jumlah yang besar sekali. Tidak mengherankan bila penyelenggaraan sesi ilmiah digelar secara paralel sampai dengan tujuh kelompok, misalnya pada tgl 27 Juni ada sesi: Pencegahan Penyakit Ginjal Diabetes, Hemodialisis, Transplantasi, Hipertensi, Gagal Ginjal Akut, Proses Inflamasi/peradangan, Obat baru Pengatur Fosfor .Beberapa informasi yang cukup menonjol dan menarik, kami sampaikan sebagai berikut :Hipertensi Hipertensi dapat terjadi pada pasien-pasien dengan gejala ”Sleep apnea”: yaitu pasien-pasien yang pada waktu tidur nafasnya berhenti pada saat saat tertentu. Selain itu dikemukakan dalam pengobatan Hipertensi, pasien memegang posisi sangat penting/kunci agar pengobatan berhasil. (Dr. J. Whitworth, Australia)Pada pasien yang Hipertensinya terkendali baik, terjadi penurunan fungsi ginjal yang alamiah, yaitu sebesar 1% per tahun. Sedangkan bila tidak terkendali, penurunan fungsi ginjal akan jauh lebih besar, tentunya juga tergantung pada faktor-faktor risiko lainnya. Bila sudah ada kebocoran protein di urin (proteinuria) maka kombinasi obat ACEI (Ace Inhibitor, seperti Captopril dsb) dan ARB (Angiotensin Receptor Blocker, seperti Valsartan dsb) akan memberi hasil yang lebih baik (Dr. Rodriguez-Iturbe, Venezuela)Pemberian obat anti kolesterol yaitu golongan Statin (misalnya Simvastatin, Atorvastatin dsb) akan mencegah kekakuan pembuluh darah yang sering timbul pada Hipertensi dan atau Dislipidemia (peninggian lemak darah, penurunan HDL kolesterol). Selain itu Statin jelas menurunkan gangguan jantung & pembuluh darah pada pasien-pasien Penyakit Ginjal Kronik (Chronic Kidney Disease) tingkat I s/d III (Prof. Wanner, Jerman)Asam urat ternyata dapat membuat gangguan pada pembuluh darah halus di ginjal dan akan menyebabkan timbulnya Hipertensi. Jadi asam urat tidak saja dapat mengganggu sendi, membentuk batu di ginjal, tetapi juga dapat menimbulkan Hipertensi. (Dr. Johnson, USA)Penyakit Glormerulonefritis Pada beberapa jenis penyakit saringan ginjal (Glomerulonefritis) memang dibutuhkan obat-obat Imunosupresif (mungkin lebih dikenal sebagai Obat Kanker) tetapi akan lebih baik bila dibantu oleh obat-obat Hipertensi seperti ACEI dan ARB, serta obat Statin. (Prof. Kincaid-Smith, Australia)Obat MMF (Cellcept) yang biasa dipakai pada pasien tranplantasi ginjal, sekarang juga dipakai pada penyakit Ginjal Lupus. Dipaparkan seorang pasien dengan Kreatinin tinggi dan kemudian menjalani Hemodialisis diberi pengobatan kombinasi steroid (Prednisone) dan MMF yang diberikan 1,5-2 g/hari dan kemudian dalam perjalanan diturunkan 1,5 g lalu 0,750 g/hari sampai dengan tahun ke 5. Hasilnya secara bertahap terjadi perbaikan fungsi ginjal dan akhirnya fungsi ginjalnya normal dengan Kreatinin 1,28 mg/dl. Selain itu hasil biopsi ginjal menunjukkan gambaran ginjal yang normal. Obat ini oleh peneliti lain juga dikatakan sebagai obat bermasa depan yang cerah bagi pasien Ginjal Lupus. (Prof. Lei-Shi Li, RRC)Penyakit Ginjal DiabetesPasien dengan Penyakit Ginjal Diabetes harus sedini mungkin memeriksakan diri agar pengobatan dapat (harus!!) dilakukan sedini mungkin, yaitu sebaiknya bila kebocoran albumin di urin masih normal. Bila kebocoran sudah diatas normal maka efek upaya proteksi akan berkurang. Selain obat anti Diabetes perlu diberikan kombinasi obat ACEI dan ARB serta obat Statin. Pada Ginjal Diabetes keadaan bisa terkendali stabil disebut sebagai remisi. Bila keadaan fungsi ginjal meningkat kembali disebut regressi. Pada penyakit Ginjal Diabetes bila tanpa pengobatan, penurunan fungsi ginjal akan sangat cepat yaitu penurunan dapat mencapai sebesar 20% per tahun, bayangkan dalam 4 tahun fungsi tinggal 20 %. Sedangkan dengan pengobatan yang baik, pada periode yang dinisekali, penurunan fungsi ginjal hampir seperti alamiah yaitu 2% per tahun. (Prof. Remuzzi, Italia)Transplantasi GinjalSuatu tindakan yang baru, sudah dimulai pada Pusat-pusat Transplantasi Ginjal yaitu mengambil ginjal dari Donor dengan Laparoskopi (Laparascopic Donor Nephrectomy = LDN). Di USA sudah 30% kegiatan transplantasi memakai cara ini, di negara-negara Skandinavia bahkan sudah 50% (Dr. P. Kuo, USA)Infeksi pada pasien transplantasi ginjal yang termasuk sukar diatasi adalah infeksi jamur. Pemakaian obat-obat yang sekarang mudah timbul resistensi. Obat baru adalah Caspofungin berupa injeksi dan kapsul, Micafungin, Voricomazole.Demikian beberapa informasi yang mudah-mudah cukup bermanfaat.Dr. Nico A. Lumenta, K.NefroKonsultan Ginjal-Hipertensi RS. Mediros
Copyright © Sinar Harapan 2003
Thursday, August 9, 2007
KONSULTASI Dari Kongres Nefrologi (Ginjal) Sedunia
Posted on 1:04 AM in by Ana Widiastuti
Hati-hati Lahap Obat Pengurang Sakit
Posted on 1:04 AM in artikel kesehatan, Hati-hati Lahap Obat Pengurang Sakit by Ana Widiastuti
Hati-hati Lahap Obat Pengurang Sakit
Hati-hati Lahap Obat Pengurang Sakit
WASHINGTON - Mengonsumsi obat penghilang sakit sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Padahal di baliknya ada risiko yang membahayakan kesehatan. Apa itu?Obat penghilang rasa sakit kini banyak dijual bebas. Sedikit sakit kepala atau gigi,cukup ke warung atau apotik, dan kita dapat obat itu. Tanpa resep dokter. Padahal sejumlah obat diidentifikasi memiliki efek negatif. Ahli medis AS belum lama ini menemukan bahwa penggunaan dosis tinggi obat penghilang sakit sejenis ibuproven dan tylenol bisa meningkatkan tekanan darah. Uniknya, ini hanya dialami oleh kaum perempuan saja.Efek yang sama tidak ditemukan dalam aspirin. Namun efek itu baru muncul setelah tiga hingga empat tahun penggunaan obat secara rutin.Hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Hypertenson ini menambah daftar panjang bahwa obat pemerang sakit punya efek negatif. Ini berlaku bagi obat yang dengan resep dokter maupun dijual bebas. Ini berarti, setiap orang harus menggunakan obat sejenis itu dengan hati-hati.SurveiYang disebut sebagai obat berisiko itu termasuk juga jenis asetaminofen atau parasetamol, produksi Johnson & Johnson Co yang bermerek dagang Tylenol. “Dalam studi kami, perempuan yang mengonsumsi 500 miligram (mg) atau lebih asetaminofen per hari, ditemukan dua kali berisiko kena tekanan darah tinggi disbanding yang tidak mengonsumsi asetaminofen.” Jelas Dr. John Phillip Forman dari Harvard Medical School and Brigham and Women’s Hospital di Boston seperti yang dilansir Reuters baru-baru ini.Secara detail, studi itu menyebut, perempuan usia 51-77 tahun yang menggunakan ibuprofen 400 mg perhari memiliki risiko 80 persen menderita hipertensi dibanding yang tidak mengonsumsi obat ini. Sedangkan perempuan dalam usia lebih muda, 34-53 tahun yang melahap ibuproven sebanyak 400 mg per hari, punya risiko 60 persen lebih tinggi mengidap hipertensi ketimbang yang tidak.Studi yang dilakukan Forman beserta timnya ini melibatkan 1.903 perempuan berusia antara 51-77 tahun. Kelompok usia lebih muda adalah perempuan usia 34-53 tahun. Semua perempuan itu tidak mengidap tekanan darah tinggi sama sekali ketika studi mulai dilakukan. Kemudian studi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan rutin mengenai aspek kesehatan dan gaya hidup, termasuk obat jenis apa yang serng mereka pakai. Semua jawaban dari mereka diamati dengan seksama. Pengamatan ini juga difokuskan pada obat-obat dengan resep dokter yang tergolong sebagai inhibitor COX-2. Obat ini terbukti meningkatkan potensi naiknya tekanan darah, stroke dan serangan jantung. Pasien yang menggunakan obat ini juga berisiko kena pendarahan perut.Waspada“Saya tidak menyarankan agar obat-obatan ini dilarang beredar. Orang yang menderita penyakit kronis memang semestinya mendapat penanganan atas penyakitnya,” ungkap Forman. “Namun kemungkinan banyak orang yang terus saja memakai obat-obat ini hanya karena rasa sakit yang kurang berarti. Mereka juga cenderung tidak mengindahkan anjuran dokter.”Selama ini obat pengurang rasa sakit banyak digunakan oleh mereka yang menderita sakit kepala, nyeri tulang atau jenis rasa sakit lain. Temuan ini setidaknya membuat mereka yang berlangganan obat sejenis itu bisa sedikit waspada, lebih berhati-hati dan alangkah baiknya kalau mengurangi dosisnya.Tekanan darah yang meningkat berarti sama saja dengan peningkatan risiko terkena stroke, serangan jantung dan gagal jantung. Semuanya itu merupakan penyakit yang banyak diderita penduduk Paman Sam.Aspirin tergolong obat yang justru bisa mencegah penyakit jantung apabila dibanding pemerang rasa sakit lainnya. Ada juga obat lain yang cukup aman dikonsumsi, yakni jenis Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDS). Asetaminofen, walau berbahaya bagi tekanan dara, masih tergolong aman untuk jantung. Tapi Forman menyatakan obat-obat ini justru bisa berpengaruh pada fungsi endothelial, yakni kinerja saluran darah. NSAIDS, mempengaruhi komponen yang diproduksi dalam tubuh yang bernama prostaglandins.“Walaupun aspirin juga adalah sintesa inhibit prostaglandin, obat ini tidak terkait dengan disfungsi endothelial. Secara kontras, aspirin justru meningkatkanfungsi endothelial seperti yang pernah terjadi pada banyak kasus pasien ateroklerosis,” jelas Forman. (mer)
Copyright © Sinar Harapan 2003
Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara
Posted on 1:04 AM in artikel kesehatan, SOD, Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara by Ana Widiastuti
Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara
Waspadai Bahan Kimia Pemicu Kanker Payudara
Jakarta - Penggunaan bahan kimia berlebihan terbukti mempertinggi risiko terkena kanker payudara. Tidak main-main, bahan kimia ini justru biasa kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Sebut saja bahan pembersih, tekstil dan plastik yang justru memicu pertumbuhan kanker payudara, demikian berdasarkan studi ilmuwan asal Texas dan California Selatan baru-baru ini.Kanker payudara yang menjadi momok mengerikan kaum Hawa sejauh ini dikenal sebagai salah satu penyakit yang bisa muncul karena ada hubungan keluarga. Tidak sepenuhnya benar ternyata. Serangkaian penelitian terkini menyebut faktor makanan dan lingkungan juga sangat berperan. Teori ini kian diperkuat lagi dengan temuan anyar ilmuwan bahwa ada sejumlah bahan kimia berbahaya di sekitar kita yang memicu tumbuhnya kanker payudara.Dalam edisi terbaru Journal of Applied Toxicology dilaporkan bahan kimia bernama 4-nonylphenol merupakan bahan berbahaya yang mampu memicu kanker payudara pada sejumlah tikus. Namun eksperimen laboratorium ini masih membutuhkan studi lanjut terhadap manusia. Sebab apa yang terjadi pada tikus belum tentu bisa terjadi pula pada manusia. Untuk itu masyarakat diharap tidak langsung panik.Dr William Baldwin beserta timnya dari University of Texas at El Paso dan Clemson University di Carolina Selatan menemukan bahwa 4-nonylphenol (4-NP) mempengaruhi kinerja hormon estrogen pada sejumlah tikus. Dengan diberi asupan 4-NP dalam berbagai dosis, maka tubuh tikus-tikus betina tersebut mengalami pertumbuhan kanker payudara. Mayoritas kanker payudara berkembang dalam tempo 32 minggu. Setelah dianalisis ternyata bahan kimia ini menstimulasi produksi hormon estriol pada lever.Produksi estriol yang meningkat membuat jaringan kanker tumbuh secara kompleks pada tikus betina. “Ekspos bahan kimia 4-NP dalam jangka waktu panjang dipastikan akan memicu kanker payudara,” jelas Dr.Baldwin seperti yang dikutip BBCNews Online baru-baru ini.Bahan kimia 4-NP yang diduga berbahaya ini terkandung dalam cat, pestisida dan produk pembersih yang cukup akrab dengan aktivitas manusia sehari-hari. Sejauh ini pihak Department for Environment, Food and Rural Affairs Inggris telah menetapkan bahan kimia seperti nonylphenol dan bisphenol sebagai bahan kimia beracun yang mampu mempengaruhi kinerja hormon.Sedangkan hormon estrogen dan estriol memang sudah sejak lama diketahui terkait erat dengan kanker payudara. Estrogen selama ini dikenal sebagai hormon penerima atau reseptor pada payudara yang dengan mudah ditumbuhi kanker. Makin tinggi kinerja hormon ini, makin cepat pula perkembangan kanker.Nonylphenol merupakan komponen organik yang merupakan produk sintetis atau buatan. Bahan kimia ini dihasilkan dari proses alkasi. Bahan yang sudah lama dikategorikan sebagai racun ini masih tetap dibutuhkan dalam pelbagai produk pembersih seperti detergen rumah tangga. Penggunaannya memang dibatasi dalam standar tertentu yang menjaga kesehatan manusia. Namun studi terbaru ini membuktikan bahwa kita perlu tetap waspada terhadap penggunaan bahan kimia berlebihan. (mer)
Copyright © Sinar Harapan 2003
Bahan Tambahan Makanan (BTM) Antara Kepuasan dan Kesehatan
Posted on 1:02 AM in artikel kesehatan, Bahan Tambahan Makanan (BTM) Antara Kepuasan dan Kesehatan, SOD by Ana Widiastuti
Bahan Tambahan Makanan (BTM)
Antara Kepuasan dan Kesehatan
Tahu kah anda! Salah satu pemicu penyebab Kanker, Jantung, Strok dan penyakit abad modern ini, adalah BTM |
Tahu kah anda! Hampir Semua Makanan/Minuman Hasil Olahan Pabrik Mengandung BTM. |
Diperkirakan organ pencernaan manusia semasa hidupnya mengolah makanan sebanyak 100 ton (100.000kg). Jumlah tersebut tidak semuanya merupakan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh akan tetapi juga ikut serta zat-zat berbahaya terutama Food Additive atau Bahan Tambahan Makanan (BTM).
BTM adalah semua yang bukan bagian dari bahan makanan yang diolah seperti pemanis, penyedap rasa dan aroma, penguat rasa, pewarna, pengawet, pengental/pengemulsi, anti bakteri, pemutih, pengeras, pengatur keasaman dan lainnya. Saat ini hampir semua jenis makanan dan minuman yang diproses dari pabrik dan juga yang tersedia di restoran-restoran menggunakan BTM untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
|
SERAT yang SALAH KAPRAH
Posted on 1:02 AM in artikel kesehatan, OGF, Original Green Food, SERAT yang SALAH KAPRAH, SGF by Ana Widiastuti
|
===================================================================
Ingin LANGSING sekaligus DETOKS ? Kenapa Tidak?
Posted on 12:55 AM in artikel kesehatan, detoks, diet sehat, Ibu Andang Gunawan, Ingin LANGSING sekaligus DETOKS ? Kenapa Tidak?, OGF, SGF by Ana Widiastuti
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ragam Harapan Pendamba Kesehatan - OGF dalam Artikel TRUBUS
Posted on 12:53 AM in artikel kesehatan, detoks, Ibu Andang Gunawan, konsep detoksifikasi, OGF, Radikal Bebas, Ragam Harapan Pendamba Kesehatan, SGF, trubus by Ana Widiastuti
OGF dalam Artikel TRUBUS Ragam Harapan Pendamba Kesehatan | ||||
| Oleh trubus | ||||
| ||||
Hasratnya hidup abadi. Untuk mewujudkan impian itu Kaisar Shih Huang Ti (259-210 SM), pendiri tembok besar cina, berburu ling zhi di hutan-hutan. Jamur ajaib itu memang melegenda karena digunakan untuk pengobatan sejak zaman kaisar Shen Nung (2737 SM). Legenda itu terbukti abadi. Hingga kini khasiat ling zhi tetap diburu. Namun, tak perlu mencari ke hutan-hutan, cukup di toko-toko obat. Gelar jamur ajaib memang layak disandang reishi-sebutan ling zhi di Jepang. Berbagai penelitian di beberapa negara, membuktikan keajaiban anggota famili Polyporaceae itu. Salah satunya dilakukan oleh TK Yun, dari Laboratorium Percobaan Patologi, Korea Cancer Center Hospital, Seoul, Korea. Yun menguji efek antikarsinogenik beberapa senyawa aktif yang berasal dari suplemen yang biasa dikonsumsi para vegetarian, seperti asam askorbat, lesitin, kapsaicin, biochanin A, kafein, dan ling zhi Ganoderma lucidum. Objek percobaan: mencit yang diinduksi tumor paru-paru. Hasil penelitian menunjukkan, keenam senyawa itu terbukti menurunkan risiko kanker paru-paru secara signifikan. Menurut dr Fugumi Morishige, MD PhD, peneliti dari Linus Pauling Institute of Science & Medicine, Amerika Serikat-yang juga menggunakan reishi untuk pengobatan kanker-keampuhan reishi mengatasi kanker lantaran senyawa polisakarida. Dengan bantuan vitamin C, polisakarida diubah menjadi oligoglukan, senyawa polisakarida sederhana, sehingga mudah diserap tubuh. Senyawa itu kemudian merangsang makrofag yang memicu sistem kekebalan tubuh dan menyerang benda-benda asing seperti bakteri, virus, dan sel kanker. Pendapat itu dibuktikan Kim HS, dari divisi toksikologi College of Pharmacy Sungkyunkwan University, Suwon, Korea. Ia menguji empat bahan alami yang mengandung polisakarida-termasuk ling zhi-secara in vitro terhadap beberapa sel kanker seperti leukemia. Hasilnya, keempat bahan alami itu terbukti efektif mengatasi kanker. Keampuhan reishi sebagai panasea itulah yang mendorong Nissan Chemical, salah satu produsen reishi di Jepang, bertahun-tahun memproduksi reishi dalam bentuk tablet agar dapat dikonsumsi sehari-hari. Reishi dibudidayakan dengan teknologi modern sehingga dapat mempertahankan kandungan aktif yang diperlukan untuk pengobatan. EchinaceaBila reishi menyandang gelar panasea dari Asia, di Amerika Serikat gelar itu disandang Echinacea purpurea. Tanaman berbunga ungu itu begitu populer di negeri Paman Sam sejak beberapa dekade silam. Kepopuleran itulah yang menggelitik Sandra C Miller, dari Departemen Anatomi dan Biologi Sel, McGill University, Montreal, Kanada. Ia meneliti keampuhan echinacea terhadap mencit yang diinjeksi sel leukemia. Khasiat echinacea terlihat pada 9 hari setelah perlakuan. Jumlah natural killer cell (NK cell)-sel pembunuh alami yang terdapat pada sistem kekebalan tubuh-pada kelompok yang diberi ekstrak echinacea meningkat secara signifikan ketimbang kelompok kontrol. Alhasil, tiga bulan setelah perlakuan terlihat, 1/3 dari jumlah mencit yang diberi asupan echinacea bertahan hidup. Sedangkan mencit pada kelompok kontrol seluruhnya meregang nyawa. Menurut Sandra, anggota famili Asteraceae itu berperan merangsang pertumbuhan NK cell pada sistem kekebalan tubuh. Sel pembunuh alami itu ibarat benteng pertahanan tubuh dari agresi sel kanker dan patogen lain seperti bakteri dan virus. Keampuhan itulah yang membuat echinacea juga populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Suplemen berbahan echinacea dikemas dalam bentuk kapsul. CryptomonadalesPasar suplemen di Indonesia kian marak dengan hadirnya panasea-panasea baru. Salah satunya adalah cryptomonadales. Alga bersel satu itu pertama kali diperkenalkan di Taiwan pada 2005. Menurut Profesor Wang Shun Te, sang penemu, cryptomonadales kaya pikosianin yang mencapai 4%. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang spirulina yang hanya 2%. Menurut Ih Jen Su, MD PhD, profesor dari Division of Clinical Resarch National Health Research Institute Tainan, Taiwan, pikosianin sejenis protein yang berperan sebagai antivirus, antioksidan, dan pencegah kanker. Hasil penelitian Profesor Shih dan Jan, dari Departemen Bioteknologi Chang-Gung University Medical School, Taiwan, pikosianin terbukti menghambat infeksi enterovirus, virus influenza, dan virus herpes papio. Wang menuturkan, komponen penting lain yang terkandung dalam cryptomonadales adalah peroxisome proliferators activated reseptors (PPARs). Molekul biomedis itu berfungsi mengendalikan metabolisme lemak, homeostasis glukosa, antiinflamasi, immunoregulator, dan diferensiasi sel (kanker). Hasil uji klinis terhadap 30 pasien hiperkolesterolemia menunjukkan kadar kolesterol dan low density lipoprotein (LDL) pasien rata-rata turun 15% setelah mengkonsumsi 30 tablet cryptomonadales hanya dalam waktu sebulan. Kadar gula darah pasien juga turun menjadi 7-10% dari kadar normal. LokalPasar suplemen di Indonesia tak hanya didominasi produk-produk asing. Aneka suplemen berbahan baku tanaman endemik tanahair juga bertebaran di pasaran seperti temulawak dan songgolangit. Yang disebut pertama bahkan teruji klinis memperbaiki fungsi hati sehingga sangat baik dikonsumsi para penderita lever. Temulawak tersedia dalam berbagai bentuk sediaan seperti serbuk dan tablet. Sedangkan songgolangit banyak dikonsumsi para penderita rematik dan asam urat. Tanaman yang banyak tumbuh di lereng gunung itu dikonsumsi dengan diseduh air panas layaknya teh. Suplemen tak hanya berperan menyembuhkan penyakit. Beberapa suplemen berfaedah sebagai sumber nutrisi lengkap. Salah satunya adalah OGF (Organic Green Food). Suplemen yang diramu Prof Dr Robert I Lin PhD, CNS, FICN, pakar fitofarmaka University of California, Los Angeles, Amerika Serikat, itu terbuat dari ekstrak puluhan jenis sayuran dan buah-buahan seperti brokoli, bayam, wortel, jeruk, nanas, stroberi, dan apel. Suplemen itu juga dilengkapi aneka herbal seperti barley grass. Rerumputan hijau itu kaya antioksidan dan klorofil yang dapat membantu pembentukan sel darah merah. Herbal lain: spirulina, ling zhi, echinacea, chlorella, dan teh. Faedah OGF itu ibarat pepatah, sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Sekali saja mengkonsumsi, nutrisi terpenuhi dan penyakit pun pergi. Itulah beberapa jenis suplemen dari 490 produk suplemen yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2006. Beragamnya suplemen di pasaran membawa harapan bagi pendamba kesehatan. Meski begitu, mengkonsumsi suplemen bukan berarti tanpa aturan. Jangan coba-coba mengkonsumsi tanpa konsultasi dokter, kata dr Zen Djaya, konsultan medis dan dokter yang berpraktek di Malang, Jawa Timur. (Imam Wiguna/Peliput: Vina Fitriani) | ||||